Sabtu, 09 April 2011

Kemungkinan Cara 'Menyembuhkan' Gay

Dari Abu Darda, ia berkata telah bersabda Rasulullah SAW : “Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obatnya, dan Allah jadikan untuk tiap-tiap penyakit itu obatnya. Oleh karena itu, hendaklah kamu berobat, tetapi jangan berobat dengan yang haram.” (H.R. Abu Daud)

Dari hadist diatas menandakan bahwa setiap penyakit ada obatnya, begitu juga dengan orang yang mengalami gay, yang bagi rein merupakan ‘penyakit’ pasti ada cara untuk menyembuhkannya. Gay yang dialami seseorang dibagi menjadi 2, yaitu AFEKSI DAN PERILAKU. Afeksi berkaitan dengan perasaan atau emosi yang berkaitan dengan hal-hal mengenai dunia gay sedangkan perilaku berkaitan dengan aktivitas fisik yang mengarah pada dunia gay. untuk penyembuhannya, yang rein tau kalau temen-temen merasakan gay yang berkaitan dengan afeksi, maka gunakanlah teori Cognitive Behaviour Therapy. Namun jika temen-temen mengalami gay yang berkaitan dengan perilaku maka gunakanlah teori Cognitive Behaviout Therapy dan Behaviout Therapi. Rein hanya tau teori saja. Oia, buat temen-temen yang merasa diri lesbi, gay, biseks, dan transgender yang mau sembuh, gabung yuk di grup RENAISANS LGBT dengan alamat email Havday_Sockher_Amoeneupus@yahoo.co.id dengan gambar grup ‘wanita dan pria sedang berpelukan’. . .

Terlepas dari teori yang ada. Rein mau share mengenai langkah-langkah bagaimana caranya kita bisa kembali menjadi normal, namun tetap manusia hanya bisa berusaha. Hasilnya kita serahkan kembali kepada Allah SWT. Dalam melaksanakan langkah-langkah di bawah ini, harus dilakukan secara sungguh-sungguh, dan jika kita melanggar maka anggap aja kita belum melakukan langkah-langkah itu. Hal ini karena semua butuh proses, tidak instan begitu saja. Jadi komitmen dari temen-temen pun sangat diperlukan. Jika kita tidak sungguh-sungguh, rein jamin semua usaha kita akan sia-sia (soalnya rein udah pernah merasakannya). Berikut ini langkah-langkah yang sekarang sedang rein lakukan juga, yaitu:

1.Niatkan mau sembuh karena Allah

Setiap muslim rein rasa sudah tau bahwa setiap kita melakukan aktivitas kita selalu mengharapkan ridho Allah. Maka, untuk memulai cara ini, alangkah baiknya kalau kita niatkan semata-mata karena Allah Ta’ala.

2.Jauhkan kita dari hal-hal yang berkaitan dengan gay

Rein sekarang menyadari kenapa rein setiap mau berusaha untuk sembuh pasti gagal, hal ini dikarenakan barang-barang yang berkaitan dengan gay berada dekat dengan kehidupan rein. Hal ini mengakibatkan rein sering menggunakan barang itu kembali. Sebut saja VCD/DVD gay, foto gay, serta barang-barang lainnya yang berhubungan dengan gay. untuk VCD/DVD yang berkaitan dengan hetero (pemerannya pria dan wanita pun) rein rasa harus dibuang, karena rein tidak menampik kalo yang dilihat di video itu pun pasti pemeran pria nya. Jadi buat temen2 yang mau sungguh2, barang2 tersebut mungkin bisa kita jauhkan dari kehidupan kita. Terus juga, bagi temen2 yang sedang suka ke seseorang, sebaiknya berusaha seminimal mungkin untuk bertemu dengannya. Seminimal mungkin untuk sms an dengannya. Inti nya menjauhi diri dulu dari temen yang kalian suka itu. Bukannya mau memutuskan hubungan untuk silaturahmi, tetapi untuk sementara mungkin ini cara itu yang terbaik bagi kita.

3.Doktrin Pada Diri Sendiri Bahwa Gay Bisa Disembuhkan

Rein pernah membaca bahwa penyebab seseorang menjadi gay dikarenakan faktor genetik dan faktor lingkungan. Dalam bacaan tersebut, faktor gay yang disebabkan oleh genetik tidak dapat disembuhkan dan faktor gay yang disebabkan oleh lingkungan bisa disembuhkan. Namun, dikatakan bahwa di dunia ini yang MEMEGANG PERANAN TERBESAR DALAM PEMBENTUKAN SESEORANG MENJADI GAY YAITU LINGKUNGAN. Memang ada faktor genetik, namun JUMLAHNYA YANG SANGAT SEDIKIT SEKALI.
Awalnya rein mengira bahwa rein dilahirkan sebagai seorang gay karena faktor genetik. Hal ini membuat rein pasrah dan tidak berusaha sedikitpun untuk mencari cara agar rein bisa sembuh. Kini, rein memaksakan diri untuk memikirkan bahwa rein bisa sembuh, dan alhamdulillah rein sekarang optimis bahwa rein bisa sembuh. Rein menyesal, kenapa dulu rein pernah menilai bahwa diri rein gay karena genetik. Padahal rein tidak pernah diperiksa, apalagi tes kedokteran untuk mengetahui penyebab gay yang terjadi pada rein. Adanya informasi mengenai gay bisa disembuhkan memberikan harapan pada diri rein sekaligus semangat untuk berusaha mencari cara yang tepat bagaimana agar rein bisa kembali normal.

4.Pola Berfikir

Berfikir adalah proses umum untuk mempertimbangkan berbagai isu di dalam pikiran manusia. Misalnya saja seperti contoh pada point ke 3. Kalau kita berfikir gay tidak bisa disembuhkan, kita akan pasrah dan menerima gay yang kita alami ini lalu melakukan hal-hal yang berhubungan dengan gay, sedangkan kalau kita berfikir gay itu bisa disembuhkan maka kita akan berusaha untuk mencari cara yang tepat, lalu kita juga tidak akan mendekati aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan gay. Proses berfikir meliputi.

a.Berfikir adalah aktivitas kognitif yang terjadi di dalam mental atau pikiran seseorang, tidak tampak, tetapi dapat disimpulkan berdasarkan perilaku yang tampak. Contohnya, seorang pemain catur memperlihatkan proses berfikirnya melalui langkah-langkah yang dilakukan di atas papan catur. Berkaitan dengan hal ini, rein rasa orang-orang yang melakukan perilaku gay memperlihatkan bahwa pikiran mereka masih mengarah pada kehidupan gay, seperti apakah bercumbu dengan pria gagah itu asik, ciuman dengan pria feminim itu indah dan sebagainya. cara berfikir kita itu akan menjadi suatu keputusan yang akan membuat perilaku kita seperti apa yang dipikirkan oleh kita. Oleh karena itu, rein berpendapat bahwa sebaiknya kita jauhi pikiran2 seperti itu. Justru yang harus kita lakukan adalah memeranginya.

b.Aktivitas berfikir diarahkan untuk menghasilkan pemecahan masalah.

Sebagaimana pemain catur, setiap langkah yang dilakukannya diarahkan untuk memenangkan suatu permainan. Meski tidak semua langkah yang dilakukannya itu berhasil, namun secara umum di dalam pikirannya semua langkah diarahkan pada suatu pemecahan. Jika pikiran mengenai gay datang kembali, coba temen2 usahakan untuk berpikir kita harus mencintai perempuan. Sebisa mungkin aktivitas berfikir ini dikaitkan dengan bagaimana kita mencari pemecahan masalahnya, bukannya malah ‘memanjakan pikiran’ ini agar keinginan gay itu terpenuhi kembali. Memang hal ini sangat sulit dilakukan, rein merasakannya juga. Namun tetapkanlah niat pada diri masing2 bahwa kita mau sembuh.

5.Self Management

Dari yang rein baca, ada program yang disebut self-management. Dalam program self-management, orang membuat keputusan yang fokus pada tingkah laku spesifik yang ingin mereka kontrol atau mereka ubah. Beberapa contoh umum misalnya mengontrol tingkah laku merokok, minum-minuman, atau obat-obatan. Program self-management ini diuraikan oleh Watson dan Tharp sebagai berikut:

a.Tujuan terpilih.

Tahap awal dimulai dengan men-spesifikasi perubahan yang diinginkan. Tujuan sebaiknya ditentukan pada satu waktu dan sebaiknya mereka terukur, dapat dicapai, positif, dan signifikan bagi orang tersebut. Penting pula bahwa harapan haruslah realistis. Contohnya, rein langsung jujur saja ke temen2. Sekarang rein sedang kecanduan *nani. Seminggu bisa mencapai lebih dari 20 kali. Jadi, tujuan rein adalah mengurangi frekuensi *nani.

b.Menerjemahkan tujuan menjadi tingkah laku target.

Selanjutnya, tujuan terpilih diterjemahkan menjadi tingkah laku target. Kunci pertanyaannya yakni, “Tingkah laku spesifik apa yang ingin saya tingkatkan atau turunkan?” Dalam point ini, rein ingin mencoba mengurangi frekuensi *nani dengan menargetkan 5 kali rein boleh *nani dalam seminggu selama 1 bulan. Jadi maksimal harus 20 kali dalam 1 bulan. Namun tiap minggu maks hanya 5 kali.

c.Self-monitoring.

Klien dengan sengaja dan sistematis mengobservasi tingkah laku mereka sendiri. Salah satu metode yang paling mudah untuk mengobservasi tingkah laku yakni melalui behavioral diary (buku curhat). Kejadian dari tingkah laku tertentu direkam oleh klien bersamaan dengan komentar mengenai relevansi tanda yang awal dan konsekuensi. Selama jangka waktu 1 bulan, sebaiknya kita observasi perilaku kita. misalnya, tiba2 rein tidak kuat untuk menahan *nani. Nah, apa sih yang menyebabkan rein tidak tahan. Dan jika rein kuat menahan *nani, itu juga karena hal apa. Sungguh data2 mengenai hal itu sangat dibutuhkan untuk di kemudian hari.

d.Mengembangkan perencanaan perubahan.

Tahap ini dimulai dengan perbandingan antara
informasi yang diperoleh dari self-monitoring dan standar klien untuk tingkah laku yang spesifik. Setelah klien membuat evaluasi terhadap perubahan tingkah laku yang ingin mereka ubah, mereka merencanakan suatu program tindakan untuk membawa perubahan aktual yang termasuk metode seperti punishment, stimulus kontrol, behavioral contract, dan dukungan sosial. Beberapa jenis sistem self-reinforcement merupakan kebutuhan dalam perencanaan ini karena reinforcement merupakan landasan terapi tingkah laku yang modern. Self-reinforcement merupakan strategi sementara yang klien gunakan sampai mereka dengan sukses mengimplementasikan tingkah laku baru dalam kehidupan sehari-harinya. Penting bahwa klien mengambil langkah untuk memastikan bahwa mereka mempertahankan perolehan yang mereka buat. Contohnya, dalam point 2 disebutkan rein maksimal *nani harus 20 kali dalam 1 bulan. Namun tiap minggu maks hanya 5 kali. Jika rein melakukan *nani melebihi 5 kali dalam seminggu, berilah ‘hukuman’ bagi diri sendiri, contohnya rein suka bermain futsal, karena rein melanggar target. Maka rein dihukum tidak boleh bermain futsal dalam minggu tersebut. Namun jika rein berhasil kurang dari target melakukan *nani, berilah imbalan untuk diri sendiri. Misalkan rein suka sekali makan ayam panggang. Laksanakan penghargaan itu untuk diri sendiri. (namun disesuaikan dengan kondisi kita, yang rein tulis hanya contoh saja).

e.Mengevaluasi rencana tindakan.

Untuk menentukan derajat yang klien capai pada tujuan mereka, penting pula untuk mengevaluasi perencanaaan untuk berubah. Perencanaannya secara terus-menerus diatur dan direvisi karena klien belajar cara lain untuk menemukan tujuan mereka. Evaluasi adalah suatu proses yang tanpa henti lebih dari satu kali kejadian dan self-change merupakan latihan seumur hidup. Misalnya saja, jika point di atas berhasil, lalu rubahlah targetnya misalkan dalam seminggu rein tidak boleh *nani. Terus caranya seperti diatas sampai rein benar-benar terbebas dari *nani ini.

6.Sugesti

Dalam menjalankan point no 5, pasti sangat susah sekali. Cobalah temen2 men sugestikan diri sendiri misalnya, rein ingin membuat mamah bahagia dan rein harus berusaha untuk sembuh, gay itu dilarang keras, *nani itu menjijikkan dan sebagainya.

7.Mengalihkan perilaku gay jika keinginan itu datang kembali

Menurut hukum penyimpanan tenaga (conservation of energy) maka energi dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, tetapi tidak dapat dihilangkan. Berdasarkan pemikiran itu Sigmund Freud berpendapat bahwa energi psikis pun dapat dipindahkan ke energi fisiologis begitu juga sebaliknya dari energy fisiologis ke energy psikis. Misalnya saja energi itu berupa keinginan akan hal2 yang berkaitan dengan seks. Energi ini bisa dirubah dalam bentuk kita berolahraga, atau aktivitas lainnya yang mampu mengurangi energi ini seperti puasa senin dan kamis.

8.Cobalah mencari pendamping hidup

Jujur rein tidak berani untuk menyatakan cinta pada wanita, hal itu karena rein menganggap bahwa diri rein adalah gay. rein takut ditolak, rein takut ce na langsung tidak mau menyatakan suka pada rein juga. Dari point ini, bagi temen2 cobalah untuk melakukan segala sesuatu yang paling kalian takuti untuk dilakukan, misalnya ya yang berkaitan dengan masalah rein tersebut, yaitu mengambil resiko ditolak oleh wanita dalam kehidupan kita.

9.Self Efficacy

Self efficacy adalah keyakinan seseorang akan kemampuan atau kompetensinya atas kinerja tugas yang ada, mencapai tujuan, atau mengatasi sebuah hambatan. Contoh self efficacy yang tinggi, yaitu rein tidak akan mundur jika ada orang yang bilang bahwa gay itu akan terjadi seumur hidup, ada yang bilang usaha kita akan sia-sia. Rein harus yakin bahwa gay bisa dirubah. Dan rein pun harus yakin bahwa rein akan berubah sebagaimana waktu telah mengubah usia rein yang sekarang menjadi 21 tahun. Namun jika kita mempunyai self efficacy yang rendah, maka adanya ‘gosip2’ di atas akan membuat tujuan kita terhambat dan kita tidak akan memperjuangkan diri kita untuk bisa kembali hidup normal.

10.Pasrah dalam doa

Menurut rein, hal-hal yang sudah disebutkan tadi lah yang dapat kita lakukan. Kita ada di dunia ini karena ada yang menciptakan. kita hidup di dunia ini karena ada yang menghidupkan. Kita bakal mati pun karena ada yang mematikan. Lantas, kenapa tidak berpasrah diri dan memohon bahwa kita adalah hamba yang tidak memiliki apa-apa selain harapan. Kepada Allah saja kita bisa kembali. Cucurkan air mata temen-temen jika menurut kita itu dapat membuat hati kita tenang. Lalu rein juga mengamalkan salah satu surat dalam Al-Quran, yaitu surat Taha 1-5 yang dilakukan tiap malam dan siang. Arti dari surat tersebut yaitu:

"Tha ha (ALLAH yang mengetahui maksudnya). Tiada Kami (ALLAH) turunkan kepadamu al-Quran ini supaya engkau celaka (menyusahkan engkau)! Melainkan untuk menjadi peringatan bagi orang yang takut. (Al-Quran) yang diturunkan daripada TUHAN, yang menciptakan bumi dan beberapa langit yang tinggi. TUHAN YG MAHA PENGASIH, di atas singgahsana DIA bersemayam (berkuasa). DIA mempunyai apa yang ada di langit, dan di bumi, serta di antara keduanya dan apa yang ada di bawah tanah.

Hanya Allah lah yang mengetahui maksudnya mengapa kita sekarang mengalami gay. tapi rein merasa, kita yang sedang di uji ini menandakan bahwa Allah itu sangat sayang kepada kita, sehingga untuk bisa keluar dari cobaan ini, kita selalu mengingat akan kebesaran Allah. Terus juga yakinkan bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan melampaui kemampuan hambanya. Terakhir, rein punya kisah (namun bukan karangan rein). Kisah tersebut adalah sebagai berikut :

Raja dan Laba-laba

Dahulu kala di negeri Skonlandia, ada seorang raja bernama Bruce. Dia sudah enam kali memimpin pasukannya menuju medan perang melawan sang agresor dari England, namun selama enam kali pertempuran itu, pasukannya selalu babak belur dihajar oleh musuh, hingga terpaksa mengalami kekalahan dan melarikan diri ke hutan. Akhirnya, dia sendiri juga bersembunyi di sebuah gubuk kosong di dalam hutan belantara.
Suatu hari, hujan turun dengan derasnya, air hujan menerobos dari atap rumah yang bocor mengenai muka Bruce, sehingga dia terbangun dari tidurnya. Sesaat dia merenungi nasibnya yang malang karena tidak dapat mengalahkan musuh, walaupun dia telah mengerahkan segala daya upaya. Semakin dia memikirkan hal ini, hatinya semakin pedih dan hampir putus asa. Pada saat itu, mata Bruce menatap ke atas balok kayu yang melintang diatas kepalanya, disana ada seekor laba-laba sedang merajut sarangnya.

Dia dengan seksama memperhatikan gerak gerik laba-laba tersebut, dihitungnya usaha si laba-laba yang telah enam kali berturut-turut berusaha sekuat tenaga mencoba mengaitkan salah satu ujung benang ke balok kayu yang berada di seberangnya, namun akhirnya gagal juga. “Sungguh kasihan makhluk kecil ini.” kata Bruce, “Seharusnya kau menyerah saja!” Namun, sungguh diluar dugaan Bruce, walaupun telah enam kali si laba-laba gagal mengaitkan ujung benangnya, dia tidak lantas putus asa dan berhenti berusaha, dia coba lagi untuk yang ke tujuh kalinya, dan kali ini dia berhasil. Melihat ini semua, Bruce sungguh merasa kagum dan lupa pada nasib yang menimpa dirinya.

Bruce akhirnya berdiri dan menghela napas panjang, lalu dengan lantang dia berteriak: “Aku juga akan bertempur lagi untuk yang ketujuh kalinya!” Bruce akhirnya benar-benar mendapatkan semangatnya kembali, ia segera mengumpulkan dan melatih lagi sisa-sisa pasukannya, lalu mengatur strategi dan menggempur lagi pertahanan musuh, dengan susah payah dan perjuangan yang tak kenal menyerah, akhirnya Bruce berhasil mengusir pasukan musuh dan merebut kembali tanah airnya.
Note : Dalam kehidupan, manusia terkadang mudah mengeluh dan menyerah dengan situasi. Tapi dengan dorongan akan orang-orang yang kita cintai di sekitar kita, semangat kita akan bangkit kembali dan meraih kemenangan.


Mungkin cerita diatas ini yang rein bisa share kan, rein juga tidak tahu kapan Allah akan mengubah nasib rein. Tapi rein sangat percaya, bahwa dibalik apa yang rein alami ini. Rein akan mempunyai jalan hidup yang sungguh menakjubkan (semoga, amien).

Jangan lupa add grup RENAISANS LGBT dengan alamat email Havday_Sockher_Amoeneupus@yahoo.co.id dengan gambar grup ‘wanita dan pria sedang berpelukan’ yah . . . terima kasih dan salam kenal..

4 komentar:

  1. salam. saya juga akan berjuang . teman! siapa sih yang mau jadi orang gay , dicemooh orang, dikucilkan orang. saya normal, dan akan terus normal. saya ingin sembuhhhhhhh. :( .

    BalasHapus
  2. maaf sebelumnya. sebenarnya, saya menginginkan solusi untuk teman saya. saya mengenalnya dari facebook. sebut saja namanya M. sebenarnya M ini bukanlah banci. Dan dia juga menyadari bahwa menjadi gay itu sebenarnya salah. saya tahu, sebenarnya dia anak yang baik. meskipun dia gay, tapi dia bukanlah orang yang rusak, dia menolak jika ada yang menggodanya untuk berbuat tidak senonoh. dia tetap menjaga kehormatan. yang membuat saya salut dengan dia adalah, dia tidak mengikuti komunitas gay. yang kedua, sebenarnya dia ingin berubah. namun, ketiadaan bimbingan membuat dia putus asa. sebenarnya, dia beragama buddha, namun sekolah di sekolah kristen, tidak pernah pergi ke vihara, untungnya dia lebih banyak mendengar ceramah masjid sewaktu jum'atan. inilah yang membuat repot. sebenarnya, saya sering memberitahu dia, cara agar dia bisa sembuh dari penyakitnya itu. dan dia senang menerima nasihat saya. namun banyaknya waktu sebelum mengenal saya membuatnya didominasi rasa putus asa. seperti hari ini, saya bertanya kepadanya, "kaka benar niat ingin sembuh atau ngga. kan percuma dede kasih tau kaka, tapi kaka ngga niat", lalu dia menjawab, "gatau...", saya bertanya lagi, "dede bingung, udah dede semangat yakin kalo kaka bisa sembuh, malah kaka yang ga punya pilihan...", lalu dia menjawab dengan entengnya dan membuat saya hampir menangis" orang kaya kaka gag bisa sembuh...". saya merasa seperti orang yang gagal. saya sepenuhnya yakin dia bisa sembuh asal dia disiplin. saya tau, agar seseorang bisa sembuh, maka dia harus menjauhkan diri dari hal-hal yang berhubungan dengan gay. walaupun dia tidak bergabung di komunitas gay, tapi teman fb nya banyak yang gay. tidak mungkin saya bilang "ka, kalo mau sembuh, jauhin teman kaka yang gay..." tolong pencerahannya... karena saya yakin persentase kemungkinan sembuhnya besar, namun bagaimana saya dapat menghilangkan rasa putus asanya tanpa membuatnya tersinggung.

    BalasHapus
  3. facebook saya ming wong...saya seperti ini lah...tp apa blh buat klu saya da di takdirkn begini...bkn saya tidak mw berubah...tp apakn daya klu tuhan sendiri tlh wujudkn perkatan gay ini...maka dgn itu lh kita g terpaksa berdepan dgn cabaran yg trus mendatang

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus