b.Zaman Dark Age atau Abad Pertengahan
Pendekatan natural science dari Aristoteles lalu disebarkan oleh muridnya bernama Alexander the Great melalui ekspansi militer sampai ke daerah Timur. Bersamaan dengan itu mulai masuk pandangan belahan dunia timur ke barat, terutama Persia, India, dan Mesir. Dengan runtuhnya kekuasaan Alexander the Great, maka pengaruh timur semakin kuat ditandai dengan menguatnya pandangan spiritualitas yang menggantikan naturalisme
1)Masa Romawi
Konteks sosial pada masa Romawi pada saat itu antara lain: pemerintahan kekaisaran romawi yang mendunia dengan tertib administrasi, kependudukan yang kuat, serta jaminan akan ketentraman sosial. Pemikiran tentang manusia dan alam menjadi lebih pragmatis, spesifik, dan spesialis. Bangsa Romawi lebih tertarik pada ilmu pengetahuan yang bersifat teknikal dan aplikatif, yang seluruhnya diarahkan untuk memperkuat dominasi kekaisaran Romawi.
Pengaruh bagi perkembangan pemikiran tentang manusia terhadap psikologi, antara lain filsafat yang berkembang memiliki konteks lebih terbatas dan spesifik, serta tampak dalam bentuk yang nyata, misalnya ritual religi masyarakat Romawi. Fokus yang dibicarakan mengenai dikotomi aktif-pasif, yaitu apakah jiwa adalah unsur yang aktif dan mandiri terhadap lingkungan ataukah unsur yang pasif dan hanya bisa memberi reaksi. Manusia dipandang sebagai makhluk yang kehidupannya didorong usaha untuk mencari cara menguasai keinginan fisik melalui penolakan dunia materiil dan mencari kebenaran dalam alam dan Tuhan (Neoplatonism). Pemikiran pada masa Romawi memberi jalan bagi berkembangnya kekristenan.
2)Pengaruh Kekristenan
Pada masa pengaruh kekristenan, konteks sosialnya meliputi penyebaran agama Kristen dengan tokoh Yesus sebagai perwujudan manusia yang sempurna. Peran gereja sangat dominan dalam perkembangan intelektual di masyarakat, dimana banyak cendekiawan berlatar belakang ulama. Gereja penentu nilai di masyarakat dan berhak melakukan sensor atas ide yang muncul. Peran gereja menjadi kurang memuaskan dan tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, maka muncul universitas di Eropa yang menawarkan kebebasan berpikir luas. Terjadi selisih antara gereja dengan masyarakat.
Pengaruh pandangan di atas mengenai manusia terhadap psikologi antara lain: Manusia bukan hanya terdiri dari fisik saja, tetapi juga aspek spiritual. Aspek spiritual tidak diatur oleh hukum alam. Jiwa manusia (soul) ada pada dunia yang tidak nyata (intangible), tidak dapat dibuktikan dengan mata, dan eksistensinya hanya bisa dibuktikan melalui percaya atau iman. Masa ini menempatkan ide Plato dalam konteks kekristenan. Menjelaskan hubungan antara body and soul sebagai suatu dualisme, bukan sesuatu yang harus dipertentangkan, tetapi body dan soul masing-masing memiliki fungsi tersendiri.
3)Tokoh-tokoh
a)St. Agustinus (354 – 430)
St. Augustine of Hippo memperkenalkan beberapa konsep dalam psikologi. Manusia pada dasarnya bersumber pada alam. Dalam diri manusia sudah ada dua dorongan yang diberikan oleh alam, yaitu dorongan baik dan dorongan jahat. Dorongan baik harus dirangsang agar tumbuh terus untuk mencapai suatu kesempurnaan kepribadian, tetapi dorongan jahat harus ditekan atau dilawan semaksimal mungkin. Manusia harus dibersihkan dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan. Untuk itu maka perasaan takut harus ditimbulkan dalam diri manusia agar manusia itu tidak melakukan perbuatan dosa. Augustine mengatakan bahwa cara untuk menumbuhkan rasa takut dalam diri manusia itu bermacam-macam. Cara ini tidak akan sama antara satu individu dengan individu lainnya.
Hal ini karena pada hakikatnya tidak ada dua orang yang persis sama. Dengan pendapatnya ini, maka Augustine tergolong orang yang pertama-tama mengamati adanya perbedaan individual (individual difference). Metode yang dipakai untuk mengetahui dosa-dosa dalam diri seseorang adalah orang yang bersangkutan harus menjelajahi alam kesadarannya sendiri. Alam kesadaran (consciousness) bagi Augustine adalah suatu kenyataan yang tidak bisa terbantah kebenarannya. Caranya manusia yang bersangkutan mengeksplorasi kesadarannya sendiri adalah dengan menggunakan metode introspeksi. Dengan menyuruh kliennya mengintrospeksi diri sendiri, Augustine melihat bahwa dalam jiwa terdapat bagian-bagian atau fakultas-fakultas (faculties). Fakultas-fakultas tersebut terdiri dari ingatan, imajinasi, indera, kemauan, akal, dan sebagainya. Dengan teorinya ini, maka St. Augustine sering pula disebut sebagai Bapak Psikologi Fakultas (faculty psychology).
b)Thomas Aquinas
St. Thomas Aquinas adalah seorang filsuf abad pertengahan yang menyatakan bahwa manusia memiliki martabat yang lebih tinggi daripada mahluk hidup lainnya. Hal itu dikarenakan manusia memiliki pikiran yang dimilikinya dalam kesatuan dengan badan. Mentransformasikan pandangan Aristoteles ke dalam konsep-konsep kekristenan, apa yang dikenal reason oleh Aristoteles, lalu diterjemahkan sebagai roh oleh Aquinas. Maka soul adalah sesuatu yang vital bagi manusia dan tujuan utamanya adalah untuk memahami dunia, suatu hal yang tidak dapat dilakukan oleh fisik manusia semata. Thomas tidak dapat membenarkan pendapat kebanyakan orang pada waktu itu mengenai jiwa dan roh yang bersatu. Menurutnya banyak istilah dalam berbagai bahasa yang sekaligus mempunyai konotasi kedua arti, misalnya psyche (Yunani), I’ame (Prancis), dan geist (Jerman). Adanya percampuran dua pengertian tersebut, maka sering terjadi pertentangan antara ilmu pengetahuan dan agama. Menurut Aquinas pertentangan itu tidak perlu terjadi, karena ilmu pengetahuan dan agama mempelajari 2 hal yang berbeda.
Pemikiran Thomas Aquinas selalu mengarah bahwa pemikiran filosofis ditetapkan oleh evidensi. Inilah sebabnya pemikiran Thomas tidak selalu bersifat kompilatif dan eklektisisme tapi mengarah pada otonomi pemikiran. Thomas dalam epistemologinya menyebutkan bahwa semua pengertian manusia selalu melalui pencerapan. Ini berarti pada suatu saat pemikiran Thomas juga bersifat mengandalkan kenyataan inderawi. Landasan pemikiran Thomas selalu mengandaikan pengamatan inderawi yang bersifat pasti dan sederhana. Pengamatan dan analisa fakta-fakta adalah dasar kuat bagi sintesa Thomas Aquinas. Ilmu pengetahuan berusaha mencari kebenaran melalui pengamatan-pengamatan empiris terhadap alam, karena itu yang menjadi obyek ilmu pengetahuan adalah jiwa. Sedangkan roh adalah objek dari agama yang mencari kebenaran di hari kemudian. Tingkah laku manusia menurut Aquinas selalu mengandung pilihan dan manusia selalu bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Ia tidak percaya pada pendapat yang mengatakan bahwa tingkah laku manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang terjadi sebelumnya atau pengalaman masa lalu dari manusia, melainkan ia percaya bahwa manusia melakukan sesuatu atas dasar pilihan untuk mencapai suatu tujuan di masa depan. Dalam perbuatan memilih ini, maka akal-lah yang memegang peranan terpenting. Hal tersebut membuat Aquinas dikatakan sebagai seorang yang anti-determinisme dan pro–rasionalisme. Aquinas bahkan sering disebut sebagai Bapak Psikologi Rasional.
Casinos Near Harrah's Casino & Spa in Chester, PA
BalasHapusA map showing 경기도 출장안마 casinos and other gaming 통영 출장안마 facilities located near Harrah's 진주 출장샵 Casino & Spa in Chester, PA. Harrah's Casino 아산 출장샵 & Spa, 동두천 출장샵 1 Harrah's Blvd. Chester, PA, United States