Kamis, 31 Maret 2011

Pengertian Psikologi

A. Pengertian Psikologi

Secara etimologis kata psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu psyche yang artinya sukma, jiwa, roh, dan logos yang artinya ilmu atau studi. Ilmu psikologi secara harfiah didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya, maupun latar belakangnya dan akibat-akibat yang ditimbulkannya.

Berbicara tentang jiwa, terlebih dahulu kita harus dapat membedakan antara nyawa dan jiwa. Nyawa adalah daya jasmaniyah yang keberadaannya tergantung pada hidup jasmaniah dan menimbulkan perbuatan badaniah (organik behavior), yaitu perbuatan yang ditimbulkan oleh proses belajar. Proses belajar ialah proses untuk meningkatkan kepribadian ( personality ) dengan jalan berusaha mendapatkan pengertian baru, nilai-nilai baru, dan kecakapan baru, sehingga ia dapat berbuat yang lebih sukses dalam menghadapi kontradiksi-kontradiksi dalam hidup. Misalnya, insting, refleks, nafsu, dan sebagainya. Jika jasmani mati, maka mati pulalah nyawanya.

Sedangkan jiwa adalah daya hidup rohaniyah yang bersifat abstrak, yang menjadi penggerak dan pengatur bagi semua perbuatan pribadi (personal behavior) dari hewan tingkat tinggi dan manusia. Perbuatan pribadi ialah perbuatan sebagai hasil proses belajar yang dimungkinkan oleh keadaan jasmani, rohaniah, sosial, dan lingkungan.

Menurut Aristoteles, jiwa disebut anima yang terbagi dalam tiga macam jenis, yaitu :
1.anima vegetativa, yaitu anima yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan yang mempunyai kemampuan untuk makan, minum, dan berkembang biak.
2.anima sensitiva, yaitu anima yang terdapat dalam hewan. Anima ini memiliki kemampuan seperti anima vegetativa juga kemampuan untuk berpindah tempat, mempunyai nafsu, dapat mengamati, mengingat dan merasakan.
3.anima intelektiva, anima yang terdapat dalam diri manusia. Selain memiliki kemampuan seperti anima sensitiva juga mempunyai kemampuan berpikir dan berkemauan untuk melakukan sesuatu yang dipikirkan tersebut.

Setelah Psikologi berkembang luas dan dituntut mempunyai ciri-ciri sebagai suatu disiplin ilmu pengetahuan, maka “jiwa” dipandang terlalu abstrak. Ilmu pengetahuan menghendaki objeknya bisa diamati, dicatat, dan diukur. Hal ini mengakibatkan perilaku dianggap lebih mudah diamati, dicatat, dan diukur. Dengan demikian, psikologi tidak mempelajari jiwa atau mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa atau mental tersebut, yakni berupa tingkah laku dan proses-prosesnya. Perilaku mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1.Perilaku itu sendiri kasat mata, tetapi penyebabnya tidak dapat diamati langsung.
2.Perilaku mengenal berbagai tingkatan. Ada perilaku yang sederhana seperti perilaku binatang satu sel, dan ada perilaku yang kompleks seperti perilaku sosial manusia.
3.Perilaku bervariasi menurut jenis-jenis tertentu yang bisa diklasifikasikan. Klasifikasi yang umum dikenal adalah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik.
4.Perilaku bisa disadari dan tidak disadari. Walaupun sebagian besar perilaku sehari-hari kita sadari, tetapi terkadang kita hanya menyadari mengapa kita berprilaku seperti itu.

Jadi, ilmu psikologi didefinisikan sebagai studi tentang orang, studi tentang pikiran atau akal, dan studi tentang proses mental, motivasi, dan perilaku p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar